Rabu, 26 Mei 2021

Jenderal Anumerta Ahmad Yani


Ahmad Yani dilahirkan di daerah Jenar Purworejo, 19 Juni 1922. Ia hanya sempat mengenyam pendidikan kelas 2 AMS (Sekolah Menengah Atas) untuk seterusnya berkiprah dalam dunia militer. la pernah mengikuti pendidikan pada Dinas Topografi Militer di Malang dan Bogor pada Zaman pemerintah Kolonial Belanda. Ketika Jepang menduduki Indonesia, ia mengikuti pendidikan Heiho (Pembantu Prajurit Jepang) di Magelang Bekal pelatihan militer Belanda dan Jepang itu sangat berguna baginya untuk melawan dan melucuti persenjataan Nakamura Butal setelah melakukan pertempuran 7 hari di Magelang pada awal kemerdekaan Indonesia


Karier militer Ahmad Yani terus menanjak Berbagai tugas mengamankan negara dan rongrongan berbagai pihak berhasil ia tuntaskar dengan baik la berperan aktif memadamkan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang melancarkan pemberontakarinya di Madiun tahun 1948 Berselang sekitar 3 bulan kemudian. Belanda melancarkan Agresi II, 19 Desember 1948, ia dipercaya sebagai Komandan Wehrkreise untuk daerah Kedu. Ketika berpangkat kolonel, ia ditunjuk selaku Komandan Operasi 17 Agustus dengan tugas khusus mengamankan daerah Sumatera Barat dari pemberontakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) tahun 1958 la juga aktif dalam penumpasan pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di daerah Jawa Tengah. Bakat dan kemampuannya yang menonjol membuatnya ditarik menjadi Staf Angkatan Darat la mendapat tugas untuk belajar pada Command And General Staff College, Amerika Serikat. Tahun 1962 ia menyelesaikan pendidikan militer nya tersebut.


Keberhasilan-keberhasilan yang ditunjukkannya dalam mengemban tugas negara membuatnya diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Namun dipuncak karirnya itu, ia menjadi korban keganasan Gerakan 30 September. Pada tanggal 30 September 1965 la dijemput dan diberondong senjata secara membabi buta di depan rumahnya Ahmad Yani gugur selaku kusuma bangsa dengan mempersembahkan jiwa raganya untuk Ibu Pertiwi yang tercinta. Seperti korban-korban penculikan lainnya, jenazahnya dimasukkan ke dalam sumur tua yang terletak di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur Lima hari kemudian jenazah Letnan Jenderal Ahmad Yani dimakamkan kembali di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta, dengan upacara kebesaran militer.


Pemerintah Indonesia mengangkat Ahmad Yani menjadi Pahlawan Revolusi pada tanggal 5 Oktober 1965 setelah sebelumnya menaikkan pangkatnya satu tingkat menjadi Jenderal Anumerta.

KH. Ahmad Dahlan || Pendiri Muhammadiyah


Nama kecilnya Muhammad Darwis dilahirkan di kampung Kauman, Yogyakarta, pada tahun 1868 Ayahnya adalah seorang ulama yang menjadi khatib masjid Kasultanan Yogyakarta Sejak kecil ia telah dididik ilmu keagamaan oleh ayahnya Selain itu la juga menimba ilmu agama di pesantren-pesantren la dikenal pandai dan menguasai berbagal disiplin ilmu agama. seperti qira'at, fafsir, tauhid, fikih, tasawuf, dan juga ilmu falak.


Pada tahun 1883, Ahmad Dahlan berangkat ke Mekkah untuk menunaikan rukun Islam ke-5 sekaligus memperdalam ilmu keagamaannya. Selama 5 tahun ia berada di Mekkah dan selama itu ia banyak mempelajari sikap dan pandangan tokoh-tokoh Islam modern, semisal: Ibnu Taimiyah, Jamaluddin Al Afghani, Muhammad Abduh dan juga Rasjid Ridla. Ahmad Dahlan mengagumi pikiran dan pendapat mereka la juga semakin yakin, gagasannya untuk memajukan kaum Muslimin di tanah aimya, salah satunya melalui pendidikan, harus segera diwujudkannya. Pada tahun 1902, Ahmad Dahlan kembali lagi ke Mekkah. Perjumpaannya dengan Rasjid Ridla makin menguatkan tekadnya untuk mendirikan sebuah organisasi Islatn modem di Indonesia yang bercirikan Islam.


Rencana Ahmad Dahlan tidak berlangsung mulus. Ia harus berhadapan dengan kekuatan-kekuatan yang tidak menyukai dakwah, pemikiran dan gagasannya. Berulang-ulang ia diteror dan diancam untuk dibunuh. la juga difitnah dan mendapat julukan Kyai Palsu. Surau kecil yang dibangunnya dengan arah yang benar sesuai arah di mana Ka'bah selaku kiblat dalam shalat dibakar oleh orang-orang yang anti kepadanya. Ahmad Dahlan menghadapi semua cobaan itu dengan tabah la tetap melangkah maju. tak surut mendapat tantangan, tekanan, hambatan dan rintangan yang bahkan mengancam keselamatan nyawanya itu.


Keinginan Ahmad Dahlan untuk mengajarkan pendidikan Islam mo dem mulai dirintisnya pada tahun 1911 di Yogyakarta Ahmad Dahlan mendirikan sekolah yang tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama saja melainkan ilmu-ilmu umum: Nama sekolah itu Muhammadiyah. Bangunan sekolahnya juga mirip bangunan sekolah umum yang diadakan pemerintah Kalonial Belanda dan tidak mengambil surau atau langgar untuk tempat olah seperti yang dilakukan kebanyakan pendidikan keagamaan waktu


Pada tanggal 18 November 1912 Ahmad Dahlan mendirikan organisasi Muhammadiyah Slogan yang diungkapkannya adalah Kembali kepada Al Qur'an dan Al Hadits Muhammadiyah yang bergerak dalam bidang agama dan pendidikan ini banyak mendirikan sekolahsekolah, dari mulai Taman Kanak Kanak (TK) hingga perguruan tinggi, dan pada perkembangan selanjutnya organisasi ini juga banyak mendirikan lembaga sosial seperti rumah sakit dan panti asuhan. Kemajuan kaum wanita juga menjadi gagasan dan pemikiran Ahmad Dahlan, la menghendaki kaum wanita dapat maju eperti halnya kaum pria. Untuk itu ia mendirikan organisasi Aisyiyah pada tahun 1918 la juga membentuk kepanduan Hizbul Wathan (HW). Sekitar 5 tahun sesudal Aisyiyah berdiri,Ahmad Dahlan berpulang kerahmatullah pada tanggal 23 Februari 1923 Jenazahnya dimakamkan di Yogyakarta


Pemerintah Indonesia mengangkat Ahmad Dahlan menjadi Pahlawan Pergerakan Nasional pada tahun 1961.

Haji Agus Salim || Sang Diplomat Ulung


Nama lengkapnya adalah Haji Agus Salim yang semula dikenal sebagai Masyhudul Haq seorang ahli bahasa yang handal. Tidak kurang dari sembilan bahasa asing ia kuasai, seperti bahasa Belanda Inggris, Jerman. Perancis, Arab, Turki, dan Jepang, bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Agus Salim yang dilahirkan di Kota Gadang, Sumatera Barat pada tanggal 8 Oktober 1884 itu juga seorang otodidak yang menakjubkan. Sehabis menamatkan HBS (SMP dan SMA Belanda), ia bekerja sebagai penterjemah dan notaris.


Kesempatan untuk belajar itu didapatnya ketika bekerja sebagai pegawai Konsulat Belanda di Jeddah, Saudi Arabia: Pengetahuan agama Islam dapat diperdalam sekaligus dipelajari seluk beluk diplomasi Kepandaiannya itu diturunkan pada anak-anaknya dengan tidak mengirim mereka ke sekolah Belanda tetapi mendidiknya sendiri.


Untuk menyalurkan aspirasi politiknya, Agus Salim masuk Sarekat Islam (SI). Karena keaktifan dan kepandaiannya, la diangkat sebagai anggota Pengurus Pusat la merupakan salah seorang tokoh yang mengupayakan pembersihan organisasi dari ideologi komunisme yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Konsekwensi dari kebijakan itu adalah pengeluaran orang orang komunis Di samping keanggotaannya dalam SI, ia memimpin beberapa surat kabar sebagai sarana untuk mencurahkan aspirasi politiknya,


Pada tahun 1929 SI berubah menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII). Pada tahun yang sama, Agus Salim diangkat sebagai penasihat teknis delegasi Serikat Buruh Negeri Belanda dalam Konperensi Buruh Internasional di Jenewa, Swiss. Dalam konfererisi itu, ia mendapat kesempatan untuk berpidato dalam bahasa Perancis yang fasih Banyak anggota delegasi yang kagum karena kemampuannya berbahasa dan berpidato sehingga sangat menaikkan nama Indonesia dalam forum internasional.


Ketika H.O.S. Tjokroaminoto wafat pada tahun 1934, Haji Agus Salim diangkat menjadi Ketua partai Sarekat Islam. Dalam Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), ia duduk sebagai anggota. Dalam kedudukan itu, ia terlibat aktif dalam "Panitia kecil perancang undang-undang dasar" bersama dengan antara lain: Prof. Dr. Supomo, Wongsonegoro, Ahmad Subardjo, A,A. Maramis. Berbagai jabatan lain diembannya setelah Proklamasi Kemerdekaan, seperti anggota Dewan Pertimbangan Agung, Menteri Muda Luar Negeri pada masa Kabinet Syahrir 1 (14 November 1945 - 12 Maret 1946) dan Kabinet Syahrir II (12 Maret 1946-2 Oktober 1946).


Ketika Belanda melakukan agresi dengan merebut Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1948, dalam Agresi Militer II, Haji Agus Salim ditangkap bersama pemimpin-pemimpin negara seperti Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Bersama dengan Soekarno dan Syahrir, dia diasingkan ke Bengkulu.


Karena sangat gugup dan usianya yang lanjut, Haji Agus Salim merasa tubuhnya tidak sehat. Kepalanya terasa sakit tak tertahankan. Seorang tentara Belanda yang ditugasi menjaganya bukanlah perwira atau orang terpelajar. Sebagai musuh yang berpikiran jujur dan turut merasakan perjuangan bangsa Indonesia, dia memeluk kepala pejuang tua itu dan meletakkan di pahanya selama dalam perjalanan. Ketika pesawat itu mendarat, Soekarno secara pribadi mengucapkan terimakasih atas sikap kemanusiaan prajurit itu. Setelah ia dibebaskan dan pengakuan kedaulatan diberikan kepada RI, ia memangku jabatan menteri luar negeri dalarn Kabinet Hatta (20 Desember 1949 - 6 September 1950). Haji Agus Salim wafat pada tanggal 4 November 1954 di Jakarta dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

Selasa, 25 Mei 2021

Adisucipto || Bapak Penerbang Indonesia

Adisucipto dilahirkan tanggal 4 uli 1916 di Salatiga Setelah menempuh pendidikan MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), la melanjutkan pendidikannya ke AMS bagian B di Semarang dan kemudian bersekolah di Perguruan Tinggi Kedokteran Jakarta, meski tidak tamat. Ia kemudian masuk sekolah penerbangan (Militaire Luchtvaaart Opeiding Schoon di Kalijati, Jawa Barat. Bakat dan ketrampilannya berkembang sangat pesat setelah ia memasuki dunia kedirgantaraan. Ia berhasil memperoleh Brevet Penerbangan Tingkat Atas. Selepas dari pendidikan penerbangnya, Adisucipto bertugas di Skuadron Pengintai Udara


Setelah Indonesia merdeka, Adisucipto memasuki dunia militer Mengingat pengalaman dan kemampuannya, Adisucipto ditunjuk menjadi Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia. Adisucipto bergerak cepat membangun kekuatan Angkatan Udara Indonesia yang masih sangat minim sarana serta prasarananya tersebut la memandang perlu serta mendesak bagi Indonesia untuk mempunyai para penerbang la pun mendirikan Sekolah Penerbang di Maguwo Yogyakarta


Adisucipto melakukan penerbangan bersejarahnya pada tanggal 27 Oktober 1945 dengan mengemudikan pesawat terbang jenis Cureng dengan tanda merah putih di kedua sayapnya. Pesawat terbang tersebut sesungguhnya pesawat terbang rongsokan yang berhasil diperbaiki Keberhasilan Adisucipto menerbangkan pesawat Cureng tersebut. membuatnya digelari Bapak Penerbang Indonesia


Ketika Belanda melancarkan agresi 1, Adisucipto beserta Abdulrahman Saleh Adi Sumarmo dan F.A. Gani mendapat tugas ke Singapura untuk membawa bantuan dari Palang Merah Malaya dan India Dengan pesawat terbang jenis Dakota (DC-3) bernomor registrasi VT-CLA, mereka berhasil membawa obat-obatan bantuan tersebut. Beberapa saat sebelum pesawat tersebut mendarat di lapangan terbang Maguwo, pesawat pemburu Belanda berhasil menembak pesawat Dakota VT-CLA tersebut hingga jatuh dan terbakar di daerah Ngoto, selatan Yogyakarta. Mas Agustinus Adisucipto gugur dalam peristiwa yang terjadi pada tanggal 29 Juli 1947 tersebut.


Komodor Muda Udara Mas Agustinus Adisucipto dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Pekuncen, Yogyakarta. Pemerintah Indonesia selain mengangkatnya selaku Pahlawan Nasional pada tahun 1974 jugar mengabadikan namanya untuk mengganti nama lapangan terbang Maguwo Yogyakarta.

Adam Malik || Si Kancil Sang Diplomator


Adam Malik dilahirkan di Kampung Keling, Pematang Siantar 22 Juli 1917. Sejak berusia remaja, ia telah aktif berkiprah dalam pentas politik nasional. la pernah mendirikan cabang Partai Indonesia di Medan dan kemudian ditunjuk sebagai ketuanya. Ia juga menggeluti dunia jurnalistik Bersama Pandu Kartawiguna, Albert Manumpak Sipahutar, dan Mr. Sumanang, Adam Malik mendirikan kantor berita Antara pada tahun 1937. Ketika Jepang menyatakan takluk kepada Sekutu, Adam Malik bersama para pemuda militan lainnya menghendaki Indonesia segera menyatakan diri untuk merdeka. Bersama dengan Chairul Saleh dan Sukarni, Adam Malik membawa Sukarno dan Mohammad Hatta ke Rengas Dengklok, Jawa Barat, dan mendesak dua pemimpin bangsa itu untuk segera mengumumkan kemerdekaan Indonesia.


Karir politik dan diplomasi Adam Malik terus melejit setelah Indonesia merdeka. la pernah ditunjuk sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Uni Sovyet dan Polandia pada tahun 1959. Berkat kepiawaian dan kelincahannya dalam berdiplomasi secara rahasia dengan delegasi Belanda di Virginia, Amerika Serikat, Perjanjian New York akhirnya ditandatangani 15 Agustus 1962 hingga menyebabkan Irian Barat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.


Adam Malik juga pernah ditunjuk untuk memulihkan keanggotaan Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1967. Selain itu, ia juga tercatat sebagai salah seorang pemrakarsa berdirinya ASEAN (Association South East Asia Nations) pada tanggal 9 Agustus 1967 Reputasinya selaku diplomat ulung membuatnya terpilih sebagai Ketua Majelis Umum PBB ke-26 pada tahun 1974. 

Kelincahan dan kecerdikannya membuatnya dijuluki Si Kancil. Adam Malik pernah menduduki jabatan selaku Menteri Luar Negeri selama 5 periode berturut-turut, sejak Kabinet Dwikora II hingga Kabinet Pembangunan II. Selepas dari jabatannya selaku Menteri Luar Negeri, Adam Malik ditunjuk menjadi Wakil Presiden Indonesia mendampingi Presiden Suharto.


Pada tanggal 5 September 1984 Adam Malik wafat di Bandung. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Pemerintah Indonesia menganugerahi gelar kehormatan Pahlawan Nasional kepadanya pada tahun 1990.



Abdul Wahid Hasyim || Negarawan dan Tokoh Islam


Abdul Wahid Hasyim

Negarawan dan Tokoh Islam


Ayahanda Gusdur atau Abdul Wahid Hasyim ini dilahirkan di Jombang, Jawa Timur 1 Juni 1914. Ia putra K.H. Hasyim Asy'ari, ulama besar pendiri Nahdatul Ulama


Selain belajar di pesantren Tebu Ireng milik ayahnya, beliau juga menimba ilmu agama di berbagai pesantren lainnya. beliau juga mempelajari ilmu-ilmu penge tahuan lain secara otodidak hingga wawasan ilmu pengetahuannya dikenal sangat luas.


Pada tahun 1935 beliau mendirikan Madrasah Nidzamiyah. beliau juga mendirikan Ikatan Pelajar Pelajar Islam (IPPI) pada tahun 1936. Ketokohan serta keluasan ilmunya menjadikan beliau sebagai sosok panutan, tidak hanya dalam bidang keagamaan saja, melainkan juga di pentas politik pergerakan nasional. Bersama K.H. Mas Mansyur dan K.H. Taufiqurrahman, beliau mendirikan Masyumi (Majelis Syura Muslimin Indo nesia) ketika masa pendudukan Jepang.


beliau juga merupakan salah seorang anggota Panitia Sembilan dari Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang berhasil merumuskan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang menggambarkan asas dan tujuan pembentukan negara Indonesia merdeka. Setelah Indonesia merdeka, K.H. Wahid Hasyim ditunjuk menjadi


Menteri Negara dalam Kabinet Presidentil dan juga ditunjuk menjadi Menteri Agama dalam tiga periode pemerintahan, yakni dalam Kabinet Republik Indonesia Serikat, Kabinet Natsir, dan Kabinet Sukiman Suwiryo. la juga terpilih menjadi Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Nahdatul Ulama dalam pimpinan K.H. Wahid Hasyim kemudian menyatakan keluar dari Masyumi pada tahun 1951 dan mendirikan partai politik Nahdatul Ulama.


KH. Wahid Hasyim terpilih menjadi Ketua Umum partai Nahdatul Ulama. Berselang 2 tahun kemudian tepatnya pada tanggal 19 April 1953, beliau wafat dalam kecelakaan mobil di daerah Cimahi. Jenazah K.H. Wahid Hasyim dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur. Pemerintah In donesia mengangkatnya sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional pada tahun 1964.

Abdulrahman Saleh


Abdulrahman Saleh

Abdulrahman Saleh lahir di Jakarta pada tanggal 1 Juli 1909 Begitu tamat dari MULO ( Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) la melanjutkan pendidikannya ke AMS Malang Selanjutnya ia memasuki Sekolah Tinggi Kedokteran (Geneeskundige Hooge School) Surabaya hingga tamat la sangat berjasa dalam mengembangkan ilmu faal (fisiologi) hingga Universitas Indonesia pada tahun 1958 menetapkannya sebagai Bapak Ilmu Faal Indonesia. Selain berprofesi sebagai dokter, Abdulrahman Saleh dikenal pula selaku tokoh kedirgantaraan Indone sia. Berkat didikannya telah lahir pemuda-pemuda Indonesia yang kemudian berkiprah dalam dunia kedirgantaraan Indonesia.


Pada masa pendudukan Jepang, Abdulrahman Saleh membuat pemancar radio yang diberinya nama Siaran Radio Indonesia la menyiarkan kondisi serta situasi Indonesia ke luar negeri. Berkat siarannya, masyarakat intemasional mengetahui keadaan di Indonesia


Setelah Indonesia merdeka, ia diangkat menjadi Komandan Pangkalan Udara Madiun, Jawa Timur Di kota Madiun itu ia mendirikan Sekolah Teknik Udara dan Sekolah Radio Udara. Selain itu ia juga mengajar di Sekolah Tinggi Kedokteran di Klaten, Jawa Tengah.


Ketika Belanda melancarkan Agresi pertamanya tanggal 21 Juni 1947. Masyarakat Internasional mengutuk keras serangan tersebut. Mereka juga memberikan bantuan non-militer kepada indonesia. Palang Merah India dan Malaya menyediakan obat-obatan untuk Indonesia. Abdulrahman Saleh, Adisucipto dan Adi Sumarmo terbang dengan pesawat terbang jenis Da kota (DC-3) bernomor registrasi VT-CLA untuk membawa obat-obatan bantuan tersebut.


Ketika pesawat pembawa obat-obatan itu hendak mendarat di lapangan terbang Maguwo, Yogyakarta, pesawat pemburu Belanda berhasil menembak pesawat Dakota itu hingga jatuh dan terbakar di daerah Ngoto. selatan Yogyakarta. Kejadian mengenaskan itu terjadi pada tanggal 29 Juli 1947


Abdulrahman Saleh gugur dalam peristiwa tersebut. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Pekuncen, Yogyakarta. Pemerintah indonesia mengangkat Komodor Udara TNI Prof. Dr. Abdulrahman Saleh sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 1974. Namanya juga diabadikan untuk nama lapangan terbang di kota Malang.

Abdul Halim Perdana Kusuma


Abdul Halim Perdana Kusuma


Abdul Halim Perdana Kusuma lahir di kota Sampang Pu Madura, pada tanggal November 1922 Setelah menyelesaikan pendidikan HIS dan MULO a meneruskan pendidikannya ke Sekolan Pamongpraja di Magelang, namun tidak tamat Seruan milisi yang diumumkan Belanda membuatnya memasuki Sekolah Angkatan Laut di Surabaya Halim sempat bekerja di Dinas Penerangan Angkatan Laut Belanda


Ketika Jepang menduduki Indonesia, Halim berada di Inggris untuk mengikuti pendidikan selaku navigator pada Royal Canadian Air Force la juga turut mengambil peran dalam operasi-operasi udara ketika berlangsungnya perang dunia Il Tak berapa lama setelah Indonesia merdeka, Halim kembali ke tanah air la kemudian bergabung dengan TKR Jawatan Penerbangan cikal bakal Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI)


Bersama dengan Iswahyudi. Halim Perdana Kusuma ditunjuk menjadi wakil AURI pada Komandemen Tentara Sumatera untuk membangun Angkatan Udara di Sumatera pada tahun 1947 Selain itu, mereka juga mendapat perintah untuk memperoleh senjata dari luar negeri.


Sepulang menjalankan tugas negara dari Thailand pesawat yang dikemudikannya bersama Iswahyudi mengalami kecelakaan di Tanjung Hantu, Malaysia, tanggal 14 Desember 1947 Abdul Halim Perdana Kusuma gugur dan dimakamkan di Lumut, Malaysia Pada tahun 1975 jenazahnya dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibat Jakarta Pemerintah Indonesia menganugerahinya gelar Pahlawan Nasional. Namanya juga diabadikan untuk nama lapangan terbang di Jakarta

Abdul Haris Nasution || Pahlawan Zaman Pergerakan dan Kemerdekaan


Abdul Haris Nasution

Pahlawan Zaman Pergerakan dan Kemerdekaan

Abdul Haris Nasution, beliau lebih akrab dengan panggilan Pak Nas dilahirkan di Kotanopan, Sumatera Utara pada tanggal 3 Desember 1918 Profes awal beliau adalah guru di Bengkulu dan Palembang la kemudian memasuki dunia militer dengan mengikuti sekolah perwira cadangan yang diadakan pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1940 la kemudian ditempatkan di Surabaya dengan pangkat Pembantu Letnan.


Ketika pasukan Jepang masuk ke Indonesia pada tahun 1942, ia turut berperang melawan Jepang. Belanda kalah lalu Pak Nas meninggalkan Surabaya menuju Bandung. Di kota Bandung, Pak Nas menjadi pegawai pamong praja. Pada tahun 1943, ia kembali ke dunia militer dengan menjabat Wakil Komandan Barisan Pelopor di Bandung Setelah Jepang takluk dan PETA dibubarkan, Nasution menyatukan para pemuda bekas anggota PETA dan mendirikan Badan Keamanan Rakyat (BKR) Pada tahun 1946 ia ditunjuk menjadi Panglima Divisi III/Priangan dan seterusnya ia dikukuhkan menjadi Panglima Divisi Siliwangi oleh Presiden Sukarno pada bulan Mei 1946.


Pada Februari 1948, Pak Nas menjabat Wakil Panglima Besar Tentara Kemanan Rakyat Jabatan itu kemudian dihapuskan sebulan kemudian dan Pak Nas ditunjuk menjadi Kepala Staf Operasi Markas BesarAngkatan Perang Republik Indonesia dan selanjutnya menjabat Panglima Komando Jawa Berikutnya beliau menyandang jabatan Kepala Staf Angkatan Darat  (1949-1952)


Pak Nas pernah mengajukan petisi kepada Presiden Sukarno agar membubarkan Parlemen setelah la mendapati para politisi sipil mulai campurtangan di tubuh militer. Tindakannya dianggap menekan Presiden Akibatnya, ia dicopot dari jabatannya selaku Kepala Staf Angkatan Darat pada tahun 1952. Namun tiga tahun kemudian jabatan itu kembali dijabatnya.


Pada saat meletus pemberontakan Permesta (Piagam Perjuangan Semesta) dan PRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia), Presiden Sukarno menyatakan negara dalam keadaan perang dan menunjuk Nasution sebagai Penguasa Perang Pusat la segera bertindak cepat dengan membentuk operasi-operasi militer untuk menumpas pemberontakan-pemberontakan itu. Kedua pemberontakan itu pun dapat diatasi dan berakhir sekitar pertengahan tahun 1961


Pak Nas kemudian memberi saran kepada Presiden Sukarno agar mengeluarkan Dekrit Presiden yang menegaskan berlakunya kembali Undang-Undang Dasar 1945 dan membubarkan konstituante pada tanggal 5 Juli 1959


Hubungan Pak Nas dan Presiden Sukarno kembali tidak harmonis karena ketidaksukaan Nasution melihat kedekatan Presiden Sukamo dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) di awal tahun 1960 PKI menganggap Nasution sebagai musuh besar Ketika PKI melancarkan pemberontakannya pada tanggal 30 September 1965, Pak Nas adalah or ang pertama yang harus mereka bunuh. Namun Tuhan berkehendak lain, Pak Nas berhasif lolos dari penculikan dan pembunuhan. Tapi putrinya Ade Irma Suryani Nasution, meninggal tertembak peluru anggota gerakan 30 September yang membabi-buta Pak Nas kemudian bergabung dengan Suharto yang menjabat Pangkostrad (Panglima Komando Strafegi Angkatan Darat) untuk menumpas dan memberantas PKI.


Pak Nas kemudian ditunjuk menjadi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dan lewat keputusannya, MPRS kemudian menetapkan Jenderal Suharto menjadi Presiden pada tahun 1968 yang menandai dimulainya Orde Baru. Dalam perjalanan sejarah Pak Nas kemudian melihat Soeharto mulai melenceng dari cita-cita murni perjuangan bangsa Maka ia ikut mengkritisi kebijakan Suharto, Pak Nas ikut menandatangani Petisi 50 la adalah salah satu orang yang tidak disukai oleh pemerintahan Suharto, perlahan dan pasti ia disingkirkan dari pentas kenegaraan.


Setelah sekian lama berita tentang dirinya tak terdengar lagi. Beliau muncul lagi pada tahun 1997 Beliau dianugerahi pangkat Jenderal Besar. Beliau wafat pada tanggal 6 September 2000 di RS Gatot Subroto Jakarta Pemerintah Indonesia memberikan gelar Pahlawan kepada beliau pada tanggal 6 November 2002.


Pak Nas adalah penggagas Dwifungsi ABRI dan perang Gerilya. Bukunya Pokok-pokok Gerilya menjadi buku wajib sekolah militer yang harus dipelajari, Buku ini diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, termasuk menjadi acuan Sekolah Militer paling bergengsi di dunia yaitu West Point di Amerika Serikat

Abdul Muis || Pahlawan Pergerakan Nasional

Pahlawan Pergerakan Nasional

Abdul Muis

Pejuang dan sastrawan ini dilahirkan di Sungai Puar, Sumatera Barat, pada tanggal 3 Juli 1883. Beliau pernah menjadi pelajar Sekolah Dokter Bumiputera (STOVIA) namun tidak sampai lulus Selain menjadi pegawai negeri beliau adalah sastrawan dan wartawan yang aktif menulis di harian De Express Buah karyanya yang sangat terkenal adalah Salah Asuhan dan Surapati.


Dalam dunia jurnalistik, ia tercatat bekerja pada surat kabar Preanger Bode Bandung, harian De Expres, harian Kaoem Moeda dan juga Neraca. Sebagai seorang nasionalis sejati beliau tak rela melihat bangsanya dijajah pihak Belanda. Beliau bergabung dengan organisasi Sarekat Islam hingga diangkat menjadi anggota pengurus besar la pernah mengajak memboikot perayaan seratus tahun terbebasnya Belanda dari penjajahan Perancis. Akibatnya, ia harus berhadapan dengan mahkamah pengadilan.


Karena cinta yang besar pada tanah airnya. Pada setiap kesempatan, ia selalu membela kepentingan negerinya. la pernah dikirim ke negeri Belanda pada tahun 1917 atas nama Komite Ketahanan Hindia Belanda pada tahun 1917 (Indie Weerbaar), kesempatan itu dimanfaatkan untuk mempengaruhi tokoh-tokoh politik Belanda guna mendirikan Sekolah Teknologi Tinggi di Indonesia. Berkat kegigihannya ia dan kawan-kawannya berhasil mendirikan sekolah yang sekarang lebih dikenal dengan nama Institut Teknologi Bandung (ITB).


Dalam lembaga Volkstraad ( Dewan Rakyat) bersama Haji Umar Said Cokroaminoto pada tanggal 25 November 1918 ia pernah mengajukan mosi terhadap pemerintah Kolonial Belanda. Mereka menuntut agar pemerintah Kolonial Belanda membentuk parlemen yang anggotanya dipilih sendiri oleh rakyat Indonesia.


Pada tahun 1922 la juga pernah memimpin demo mogok masal para buruh di Yogyakarta. Hal ini membuat marah pemerintah Kolonial Belanda. Ia ditangkap dan diasingkan ke Garut Jawa Barat. Namun di sana semangat juangnya tak pernah padam. Di Garut ia mendirikan Persatuan Perjuangan Priangan. Di manapun ia berada semangatnya terus membara guna membela Tanah air tercinta.


Abdul Muis yang dikenal sebagai sastrawan dan pejuang ini sempat menikmati zaman kemerdekaan. Beliau wafat dan dimakamkan di Bandung pada tanggal 17 Juni 1959. Pada tahun itu pula Pemerintah Indonesia mengangkatnya sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional.

Rabu, 27 Juni 2018

Fakta Unik Tentang Masjid Nabawi Yang Mungkin Belum Kamu Ketahui



Semua umat muslim di seluruh dunia pastinya sudah mengetahui Masjid yang terkenal ini. Masjid yang disebut-sebut sebagai surga di bumi ini dan terletak di kota Madinah ini merupakan masjid yang sangat besar dan megah.

Pastinya semua umat muslim di seluruh dunia ingin berkunjung ke Masjid Nabawi. Masjid Nabawi merupakan sebuah masjid yang didirikan secara langsung oleh Nabi Muhammad. Masjid ini menjadi tempat paling suci kedua dalam agama Islam, setelah Masjidil Haram di Mekkah.

Berbicara mengenai masjid nabawi tahukah kamu bahwa bahwa masjid ini menyimpan fakta unik dan sangat menarik. Mungkin bagi sebagian orang belum mengetahuinya, maka dari itu akan kita bahas di bawah ini.

Berikut Beberapa Fakta Unik Masjid Nabawi


1. Tempat Pertama di Jazirah Arab Yang Memiliki Listrik
Ketika Ottoman memperkenalkan listrik ke Semenanjung Arab, tempat pertama yang menyala adalah Masjid Nabi. Itu terjadi beberapa tahun sebelum Sultan sendiri memiliki listrik penuh di istananya di Istanbul, Turki.

2. Masjid Nabawi Memiliki Luas Lebih Dari 100 Kali Lipat Dari Bangunan Asli
Masjid Nabawi saat ini ukurannya lebih dari 100 kali lipat dari ukuran bangunan aslinya. Ini berarti, luas masjid saat ini mencakup hampir seluruh area kota tua Madinah itu sendiri. Hal ini terbukti dari fakta bahwa di mana pemakaman Jannat Al-Baqi di pinggiran kota pada masa Rasulullah, sekarang berbatasan tempat dengan semua sisi masjid saat ini.

3. Ada Kuburan Kosong di Kamar Nabi
Ini telah lama menjadi legenda bahwa ada kuburan kosong di sebelah makam Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Abu Bakar Ash-Shiddiq, dan Umar bin Khaththab. Hal ini dipastikan, ketika petugas masuk untuk mengganti penutup di kamar pada 1970-an, mereka mencatat adanya kuburan kosong. Apakah kuburan kosong itu dimaksudkan untuk Nabi Isa ketika dia turun kembali atau tidak, adalah hal yang diperdebatkan.

4. Masjid Nabawi Pernah Dihancurkan oleh Api
Sebagian besar bagian masjid tua, termasuk mimbar asli Nabi, hancur dalam kebakaran yang melanda setelah berabad-abad sepeninggal Nabi. Api itu sangat besar, atap dan beberapa dinding kamar Nabi runtuh, memperlihatkan tempat peristirahatan Nabi untuk pertama kalinya setelah 600 tahun.

5. Ada Dua Kubah di Makam Nabi
Selama lebih dari 650 tahun setelah Nabi meninggal, tidak ada kubah di atas kuburannya. Kubah pertama dibangun pada 1279 oleh seorang sultan Mamluk yang terbuat dari kayu. Kubah hijau yang kita lihat sekarang sebenarnya adalah kubah luar atas kamar Nabi. Ada kubah bagian dalam yang jauh lebih kecil dan tertulis nama Nabi, Abu Bakar dan Umar di dalamnya.

6. Kubah Berwarna Ungu
Ternyata warna kubah di masjid nabawi telah melalui berbagai warna dan renovasi sebelum mencapai bentuk dan warnanya saat ini sekitar 150 tahun yang lalu. Pada satu masa yang lalu berwarna putih, dan untuk periode terpanjang berwarna ungu kebiruan yang merupakan warna kesukaan orang-orang Arab dari Hijaz.

7. Masjid Nabawi Memiliki Tiga Mihrab
Kebanyakan masjid hanya memiliki satu mihrab, tetapi masjid Nabawi memiliki tiga mihrab. Mihrab saat ini adalah mihrab yang digunakan oleh imam untuk memimpin shalat dan doa.

Mihrab kedua bernama mihrab Suleyman atau mihrab Ahnaf, dibuat atas perintah Sultan Suleyman untuk Imam Hanafi memimpin doa di masanya. Sementara Imam Malik memimpin doa dari mihrab Nabi.

8. Masjid Nabawi Memiliki Ruang Fatima
Benda-benda milik Nabi Muhammad disimpan di kamarnya atau Ruang Fatima, yang dimasukkan ke dalam kamar setelah dilakukan perluasan besar.

Ketika Madinah dikepung selama Perang Dunia I, komandan Ottoman menyelundupkan banyak artefak tak ternilai harganya ke Istanbul dengan menyembunyikannya di tumpukan pakaian wanita dan anak-anak. Benda-benda itu sekarang dapat dilihat di Istana Topkapi.

Masjid Nabawi dipenuhi dengan begitu banyak tanda-tanda halus dan rahasia, membuat Kode DaVinci terlihat seperti puzzle. Setiap tiang, kubah, jendela, menyimpan cerita dan menunjukkan lokasi peristiwa yang membawa makna sejarah dan spiritual.9. Penuh dengan sandi-sandi rahasia

Orang-orang yang membangun Masjid Nabawi menyadari, tidak mungkin untuk membuat tiruan tanda-tanda peninggalan tersebut karena akan mengalihkan perhatian tujuan utama orang yang datang ke sana untuk shalat dan berdoa.

Oleh karena itu, dengan cara cerdik mereka memberi sandi-sandi rahasia dalam desain dan objek sekitarnya yang menunjukkan lokasi dan peristiwa penting yang dilalui.

Nah. diatas itulah beberapa fakta unik dan menarik tentang Masjid Nabawi yang perlu kalian ketahui. Semoga menjadikan pelajaran buat kamu yang membaca bahwa ternyata Masjid Nabawi menyimpan fakta yang menarik.

Sumber :
https://www.faktauniknya.my.id/2017/12/9-fakta-unik-masjid-nabawi-yang-wajib.html

Jumat, 22 Juni 2018

Memahami Makna Jiwa Yang Tenang


Makna sederhana dari kata ketenangan jiwa adalah kondisi dimana jiwa itu sudah berada pada tahap ketenangan sejati, rasa lapang, tidak ada tekanan, menerima kenyataan, berpasrah diri pada Sang Khalik, bisa merasakan manisnya iman, bisa mengendalikan diri dan hawa nafsu, jauh dari kebencian, tenteram dan hati menjadi luas dan lepas.

Manusia yang sudah bisa mencapai tahap ketenangan jiwa ini adalah manusia yang memahami hakikat kehidupan, sudah mengertia apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Dan umumnya manusia akan menjadi lebih tenang jika ia sudah berada di dekat Penciptanya, jika manusia sudah mengenal dan meyakini bahwa ada kekuatan amat besar di alam ini yang melampaui kekuatan apapun dan hanya Dia yang maha berkuasa atas dirinya dan segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Dan itulah hakikat diciptakannya jiwa ini bagi seluruh mahluk, jiwa itu akan selalu mencari kebenaran hakiki tentang sosok Penciptanya dan jiwa akan merasa tenang jika sudah menemukan dan menjadikan Sang pencipta sebagai sandaran utama hidupnya. Kemanapun jiwa itu pergi dan sembunyi maka jiwa akan selalu berupaya mencari kebenaran hakiki, karena itulah hakikat diciptakannya jiwa.

"Yaitu orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah swt". QS. Ar Rad :28)

Lalu seperti apa sebenarnya wujud dan kiprah sosok jiwa yang tenang dalam diri manusia sebenarnya.

HAKIKAT JIWA, AN NAFS DAN KALBU

Ada baiknya kita mengetahui dulu siapa sosok Jiwa yang menghuni raga kita ini. Jiwa atau Nafs dan biasa orang menyebutnya Soul juga memiliki sisi ghaib yang sama sekali tidak bisa kita definisikan dengan sempurna. Siapa sosok jiwa yang dimaksud dan dimana letak dan penempatannya? An Nafs atau Jiwa adalah yang memiliki bentuk atau wujud atau susuk yang belum tergambarkan, yang diciptakan dari unsur alam yaitu min sulaatin min thiin (ekstrak/saripati alam), maka dari itu sosok jiwa adalah wujud yang mudah berdaptasi dengan alam kehidupan dunia (membutuhkan asupan energi yang berasal dari alam), sedangkan Roh bukan tercipta dari unsur alam ataupun dari unsur yang sama dengan Malaikat mahupun Jin, ia adalah jisim yang hingga sekarang masih merupakan bagian dari rahasia Allah swt.

Semua berawal ketika jiwa ini disumpah untuk meyakini keberadaan Tuhan yang Esa, maka memang ia mengakui dan tidak menyanggah hal tersebut. Bahwa ada kekuatan yang berkuasa atas dirinya dan ia sudah mengakui dan ia mau menjadi saksi di hari akhir kelak. Jiwa ini adalah sosok yang merasa, berkehendak, memahami, dan menerima. Ia bisa membedakan dan bisa mengerti sebuah perintah dari Tuhannya. Jiwa ini sangat memahami bahwa ia sangat bergantung pada penciptanya, bawa ia akan selalu membutuhkan pertolongan Sang Pencipta. Sehingga jelaslah, bahwa setiap jiwa manusia ketika dilahirkan ke dunia ini ia sudah memahami hakikat ketuhanan. Dan Ia dilahirkan sudah dalam kondisi mengenal konsep penciptaan. berikut firman Allah swt dalam surah (Al Araaf:172) yang bermaksud:


“Dan Ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman : ”Bukakankan Aku ini Tuhanmu”, mereka menjawab :”Bahkan engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi”. Kami lakukan demikaian agar di hari akhirat kelak kamu tidak mengatakan: sesunggunya kami adalah oran-orang lalai terhadap keesaaaan Mu.


Itulah sebabnya setiap Jiwa manusia pasti akan senantiasa mencari tahu keberadaan Tuhan meski ilmu mereka sangat minim, meski mereka berusaha menjauhinya, mereka tidak pernah berhenti untuk mempercayai bahwa ada kekuatan yang Maha dahsyat di dunia ini. Jiwa tidak akan merasa tenang sampai pada tahap ia mengetahui siapa sosok yang yang harus disembah dan diagungkan. Karena diawal mereka sudah terikat janji dan sumpah untuk selalu hanya mengabdi kepada-Nya.

Hakikat kebutuhan beragama sudah ada sejak manusia lahir ke bumi ini. Mulai dari jaman nabi Adam hingga datanglah kemajuan baru dengan lahirnya Nabi Muhammad saw yang membawa risalah kebenaran dengan Kitab suci Al Quran. Meski selama perjalanannya memang ada sebagian ajaran yang menyimpang dan tidak sesuai akidah, namun itu akhirnya bisa dikembalikan pada kebenaran. Didalam al quran sudah terangkum dan tersusun jelas ajaran-ajaran dari nabi sebelumnya, mulai dari Kitab Taurat, Jabur dan Injil menjadi sebuah kitab yang sempurna. Dan semuanya memiliki masa berproses dengan waktu yang cukup panjang.

“Sesungguhnya Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat allah, membersihkan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata. QS. Ali Imran:164.

Pilihan Jalan Ketaqwaan dan Kefasikan

Dan ketika proses penciptaan jiwa hampir mencapai kesempurnaan, maka turun ayat berikut ini, yang menyatakan bahwa pada setiap jiwa diilhamkan pilihan kepada jalan ketaqwaan atau kefasikan dalam menempuh bahtera kehidupan. Setiap jiwa akan mengetahui mana yang dimaksud dengan kebenaran dan mana yang dimaksud dengan kesalahan. Dan jiwa juga diberi pemahaman bahwa jika ia mau mensucikan diri (jiwa)nya maka ia akan menjadi lebih baik, sedangkan jika ia merusak jiwa tersebut maka ia akan menjadi kotor.

Surah Asy Syams (91:7-9) . Firmanya yang bermaksud:

Dan demi nafs (jiwa) serta penyempurnaannya, maka Allah ilhamkan kepada nafs itu jalan ketaqwaaan dan kefasikannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya dan sesungguhnnya rugilah orang yang mengotorinya.

Ini artinya bahwa setiap jiwa juga sudah diberikan pengetahuan tentang konsep ketuhanan yang benar, juga diberikan pemahaman tentang hakikat memilih jalan yang lurus dan jalan keburukan, juga dilengkapi dengan kemampuan mengenal dan belajar melalui banyak hal.

Setiap jiwa diperbolehkan menentukan pilihannya masing-masing. Sepenuhnya itu tergantung pada kebutuhan masing-masing jiwa. Setiap jiwa akan bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Dan setiap keputusan sudah diambil dengan penuh kesadaran, sudah melewati tahap pencarian, pembelajaran, sudah di pikirkan dan difahami dan dikaji . Tidak ada lagi alas an bagi setiap jiwa untuk menghindar dan menyanggah semua kenyataan ini bahwa manusia adalah mahluk yang tidak bersyukur jika ia tidak memahami hakikat kemanusiaannya yang sempurna ini.

“maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang dikerjakannya.” Quran At Takwir :14

Dengan demikian, jelaslah bahwa setiap jiwa akan bertanggung jawab pada diri mereka masing-masing dihari akhir kelak. Setiap jiwa akan dimintakan pertanggungjawabannya atas semua perbuatan yang pernah dilakukan di dunia. Tidak ada yang dapat menyelamatkan setiap jiwa dari kehancuran dan siksa api neraka, selain amal ibadahnya selama di dunia.

Selasa, 19 Juni 2018

Mengetahui Tentang Hasud Serta Dampak Yang Ditimbulkannya


Di dalam berusaha meraih keinginannya, manusia bisa menempuh berbagai cara. Tapi ada batas-batas yang sebaiknya diperhatikan dan tidak dilanggar. Manusia mempunyai keinginan itu hal yang wajar dan manusiawi tapi tidak berarti bisa ‘menabrak’ apapun yang ada asal tujuannya tercapai. Apapun keinginan sebaiknya dilakukan dengan cara yang masih terkendali, tidak melanggar hukum dan tidak mencederai orang-orang yang tidak bersalah.

Jadi salah satu batas yang harus diperhatikan adalah hukum dan tidak mencederai orang lain yang tidak bersalah. Apapun yang dilakukan selama itu tidak dilanggar tidak akan menjadi masalah. Tapi kalau tidak terkendali dan kedua hal di atas dilanggar itu akan menimbulkan kerusakan di dalam kehidupan. Dan kalau semua orang melakukan itu, kehidupan manusia secara keseluruhan menjadi tidak karuan seperti tidak ada lagi hukum.

Kami berikan contoh yang umum terjadi..
Untuk mengelak dari kesalahan dan keinginan yang terlalu kuat untuk dianggap benar kemudian orang menyebar “Hasud”. Fakta tidak benar tentang orang-orang tertentu yang itu membuat orang-orang yang sebenarnya tidak bersalah menjadi dianggap bersalah dan terhukum oleh hasud tersebut. Hasud seperti bola api yang menggelinding dan merusak apapun yang dilewatinya. Orang yang termakan hasud kemungkinan besar jadi bermusuhan dengan pihak korban, dan pihak yang menjadi korban terkena penghakiman orang-orang yang terkena hasud. Karena orang yang termakan hasud melihat korban seperti apa yang menjadi hasud tersebut dan besar kemungkinan berusaha memusuhi dan ‘menghukum’ korban sesuai dengan isi dari hasud.

Kita ambil sebuah contoh, si Z mengatakan pada penduduk kampung bahwa si K telah mendzalimi dirinya, menganiaya dan memperlakukannya secara semena-mena. Kita berhenti sejenak disini..
Coba siapapun orang di dekat anda yang tidak anda kenal anda minta untuk berhenti sebentar untuk menjawab pertanyaan anda. Tanyakan ke orang itu : Apa yang ada di benak anda kalau saya bilang ada orang yang telah berbuat Dzalim, aniaya dan semena-mena?

Apapun jawaban orang itu pasti itu menggambarkan perbuatan yang buruk.

Dan seperti itulah konotasi orang umum tentang perbuatan tersebut dan itulah yang akan ada di benak orang yang mendengarkan hasud. Sekarang bisa anda bayangkan apa yang ada di benak para penduduk atau pihak-pihak yang sudah dihasut tentang pihak yang menjadi korban hasud. Si korban tidak melakukan seperti apa yang ada di dalam hasud tapi terhukum oleh penghakiman orang-orang yang termakan hasud. Kerusakan yang ditimbulkan bisa menjadi besar sekali dan melebar kemana-mana. Pertama itu menimbulkan keresahan dan kegaduhan. Ada pihak-pihak yang begitu saja termakan hasud tapi mungkin ada beberapa yang masih menahan kesimpulan. Baik yang percaya dan yang masih menahan kesimpulan kemudian mencoba mencari tahu kebenaran berita tersebut ke pihak yang terkena hasud. Pihak yang masih menahan kesimpulan mungkin bisa lebih sabar. Tapi pihak yang sudah terlanjur meyakini hasud mungkin tidak mau menerima penjelasan apapun dan tetap menganggap korban seperti apa yang menjadi isi hasud. Akhirnya disitu bisa terjadi keributan dan kegaduhan. Dari sisi yang terkena hasud juga bisa menjadi tersulut emosinya karena kalau baginya itu tidak benar dan bahkan yang sebenarnya terjadi kebalikan dari itu. Karena kecewa dan emosi waktu baru mendengar bahkan sempat mengatakan hal-hal seperti : Memangnya saya orang tidak waras sampai melakukan hal-hal seperti itu?

Kalau hal ini terjadi pada orang umum yang pikirannya pendek, hatinya sempit dan mudah tersulut emosi, kejadian seperti ini sudah bisa menimbulkan konflik besar, keributan dan adu fisik. Tapi kalau terjadi pada orang yang sabar dan lapang dada mungkin orang tersebut masih bisa menahan diri, berfikir jernih dan menempuh langkah yang lebih baik untuk menyelesaikannya.

Hasud sudah membuat orang-orang yang termakan hasud berdosa karena berfikir buruk dan menganggap buruk orang yang terkena hasud. Dan pihak korban menjadi terhukum oleh penghakiman orang-orang yang terkena hasud.

Bahkan ada beberapa orang yang melakukan hasud sampai tahap yang jauh dalam arti pantang menyerah. Yang menjadi korban tidak hanya pihak yang secara langsung terkena hasud tapi juga siapa saja yang tidak mau percaya dengan hasud nya dan tidak mau sejalan dengan dirinya. Kalau percaya dengan hasud = teman, kalau tidak percaya dengan hasud = lawan. Jadi situasinya tambah tidak karuan apalagi disaat orang-orang yang percaya dengan hasud dihasut lagi supaya ikut melawan orang-orang yang tidak percaya dengan hasud. Ini situasinya menjadi tidak karuan karena motivasinya menyebar permusuhan. Mempengaruhi orang-orang yang termakan hasud supaya membenci korban dan orang-orang yang tidak termakan hasud. Sekali lagi kalu hal ini dialami oleh orang-orang yang pikirannya pendek dan hatinya sempit bisa menjadi konflik besar dan berkepanjangan. Sampai kapanpun juga tidak akan selesai kalau pihak yang salah tetap saja merasa benar. Tapi kalau hal ini terjadi pada orang-orang yang setidaknya masih ada iman dan rem di dalam dirinya, masih bisa menahan diri dan menganggap itu sebagai ujian. Selebihnya melihat hal-hal apa yang perlu dilakukan sesuai dengan mekanisme yang ada.

Bisa anda lihat kerusakan yang timbul dari hal ini menjadi besar dan meluas. Jadi ini seharusnya adalah perbuatan yang harus dihindari dengan harga berapapun, bukan dilakukan dengan harga berapapun.

Dari situlah pointnya entah apapun keinginan kita tapi jangan sampai melakukan hal yang tidak terkendali, melanggar hukum dan mencederai orang-orang yang tidak bersalah. Kalau tidak terkendali akan menimbulkan kerusakan. Contoh lain misal ada orang yang kesal dengan orang dan emosi lalu tiba-tiba langsung memukul dengan begitu saja. Kalau itu dilakukan sudah masuk ke ranah pidana terlepas siapapun yang salah. Atau karena ngotot ingin menjatuhkan orang kemudian meminta bantuan dukun. Atau setiap ada masalah dan konflik kecenderungan dan nalurinya melakukan hal-hal yang menjurus pada tindakan kriminal.

Remnya keinginan itu iman, kadar keimanan seseorang yang akan menentukan seberapa jauh orang berusaha mendapatkan keinginannya. Apakah orang wajar-wajar saja dalam berusaha meraih keinginan atau sampai berbuat jauh seperti contoh-contoh yang disebutkan di atas tergantung kadar keimanannya. Agama bukan cuma soal upacara-upacara tapi juga memahami maknanya. Dan salah satu fungsi agama seharusnya bisa menjadi rem bagi kita untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak terkendali dan terlalu jauh untuk meraih keinginan.

Jumat, 15 Juni 2018

Harga Kesuksesan Lebih Murah Dibanding Harga Kegagalan



Banyak sekali orang yang enggan saat melihat harga kesuksesan. 
“Ternyata susah ya …”, yang diikuti keengganan kemudian “divalidasi” dengan berbagai alasan sehingga berhenti atau menyerah berjuang. Mereka melihat, cara meraih sukses itu berat, sehingga mereka memutuskan tidak meraihnya, atau mengkhayal ada cara sukses yang mudah dan tidak perlu berjuang.
Padahal, Harga sebuah kegagalan jauh lebih besar.
Anggaplah untuk meraih sukses itu menderita karena harus kerja keras.

Pertanyaanya, kalau gagal apakah tidak menderita ?

Ya, memang sama-sama menderita, tetapi bentuk penderitaan yang tidak sama. Penderitaan dalam meraih sukses, akan terbayarkan dengan kebahagiaan, dengan terpenuhi kebutuhan orang-orang yang kita cintai.

Berbeda dengan penderitaan karena kegagalan, tidak perlu saya jelaskan disini. Gagal itu berat, mending sukses saja.

Ikhtiar Adalah Kewajiban Kita

Bertawakal kepada Allah akan masa depan kita tidak menggugurkan ikhtiar. Rasulullah SAW adalah orang paling bertawakal, namun beliau tetap berikhtiar, berperang dengan strategi terbaik, berhijrah, dan mengajak manusia kepada kebaikan terus-menerus.
Jadi, jangan jadikan tawakal sebagai alasan tidak berikhtiar. Justru jadikan tawakal dengan energi penguat kita karena yakin, setiap ikhtiar kita akan mendapatkan pertolongan Allah. Justru orang yang bertawakal harusnya lebih berani menghadapi hal-hal yang berat.
Jangan jadikan takdir sebagai alasan tidak meraih kesuksesan. Kita manusia, tidak mengetahui takdir kita esok hari. Dan sekali lagi, Rasulullah SAW adalah orang paling beriman kepada takdir, tetapi beliau tetap berjuang.

Tapi Saya Baik-baik Saja

Banyak kasus, orang yang sebelumnya dalam kondisi baik, kemudian terpuruk. Setelah terpuruk barulah mau melakukan apa pun yang perlu dilakukan. Mereka bisa bekerja keras dan melakukan hal-hal luar biasa.

Kenapa tidak dilakukan sebelumnya? Padahal bisa kan? Bukan kepepet yang membuat orang hebat. Kepepet hanya memicu, karena sebenarnya kehebatan itu sudah ada dalam diri Anda. Jadi tidak perlu menunggu kepepet, keluarkan kehebatan Anda sekarang juga.

Jika memang, hidup kita dalam kondisi baik-baik saja, tidak ada salahnya kita menjadi lebih baik lagi. Tidak ada salahnya untuk memperkuat kehidupan kita, meningkatkan ketahanan keluarga baik dari segi ekonomi dan kesehatan.

Kita bukan tidak tawakal dan tidak beriman, tapi kita sedang berikhtiar agar kita lebih baik lagi dan bertahan lebih kuat dalam kebaikan. Kondisi berubah terus, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Selain kita bertawakal kepada Allah, berdo’a untuk terus dalam kebaikan, kita pun terus berikhtiar agar kebaikan itu terus bersama kita.

Kita bukan berharap kondisi memburuk atau terpuruk, tapi kita fokus agar kita tetap dalam kondisi baik dan berusaha untuk mempertahankan kebaikan semampu kita dan meningkatkannya lagi. Bukan tidak bersyukur, justru ini sebagai bentuk syukur mengoptimalkan dan mempertahankan nikmat yang Allah berikan kepada kita.

Jika Anda dalam kondisi baik-baik saja saat ini, ini sebuah bukti bahwa Anda mampu menciptakan kondisi hidup yang baik. Bukti inilah yang harusnya menjadi penyemangat, pendorong, memberi rasa percaya diri menjadi lebih baik. Anda sudah sukses dan bisa meraih sukses yang lainnya lagi.

Semua Adalah Keputusan Anda Untuk Memilih

Anda bisa memutuskan untuk hidup lebih baik dan lebih sukses dan bersedia membayar harganya. Anda siap akan berusaha segenap tenaga, bekerja keras, dan pantang menyerah. Ini jauh lebih terhormat. Rasa capek dan penderitaannya berbeda.

Dan, bukan hanya Anda yang merasakan keberhasilan Anda. Juga orang-orang yang Anda cintai. Itu hal yang luar biasa. Harga kesuksesan, seberapa pun mahalnya, akan terbayarkan dengan sesuatu yang luar biasa.

Saya yakin, Anda bukanlah orang yang akan memilih menghindari penderitaan demi kesenangan sesaat, mengikuti maunya hawa nafsu untuk bermalas-malasan . Bukan hanya memilih pekerjaan yang sudah bisa dan biasa dilakukan. Tetapi berani mengambil keputusan, melakukan hal yang berbeda, meski itu tidak mudah, demi untuk meraih sukses yang lebih besar.

Bukan Masalah Anda Bisa Atau Tidak, Tapi …

Jangan mengatakan tidak bisa . Sudah terlalu banyak contoh dan cerita yang bisa kita temui bagaimana pun seseorang yang memiliki keterbatasan namun mampu meraih sukses luar biasa. Allah Maha Adil, memberikan peluang yang sama kepada semua makhluq-Nya. Selanjutnya terserah Anda.
Kuncinya adalah kemauan Anda. Ada solusi jika Anda tidak bisa. Solusinya adalah dengan belajar. Anda bisa belajar dengan berbagai cara agar bisa. Mulai dari membaca, mengamati, bertanya, dan yang lebih penting adalah mencoba. Jika belum mahir, Anda bisa melatihnya.

Banyak yang mengeluh dengan kondisinya, tetapi tidak berusaha mengubah kondisinya. Jika Anda tidak bisa, itu adalah sebuah kondisi. Jika Anda tidak punya, itu adalah sebuah kondisi. Jika Anda menderita, itu juga sebuah kondisi. Semuanya bisa Anda ubah dengan ikhtiar.

Ingatlah, bagaimana pun “penderitaan” yang akan Anda hadapi saat berjuang meraih sukses, memberikan penghidupan bagi keluarga, dan menjadi Muslim yang lebih kuat, semua akan membawa hasil. Apakah itu sebuah kesuksesan juga pahala atas ikhtiar kita.

Sementara jika kita berpangku tangan, dengan berbagai alasan yang sebenarnya keengganan kita melalui perjuangan, akan berdampak buruk bukan hanya pada diri Anda, tetapi juga pada orang-orang yang Anda cintai dan mereka juga mengandalkan Anda. Harga kegagalan itu lebih berat. Bukan hanya berdampak pada diri sendiri.

Semoga Bermanfaat !




Kamis, 14 Juni 2018

3 Hikmah Wahyu Terakhir Rasulullah


Sahabat Santri Briliant, wahyu yang terakhir diturunkan adalah surat Al Maidah ayat tiga. Ayat itu dibawa oleh Jibril kepada Rasulullah saat beliau melaksanakan ibadah haji atau yang lebih dikenal dengan istilah haji wada’. Haji wada’ berarti haji perpisahan, disebut begitu karena Rasulullah mengatakan dalam kutbahnya, entah beliau masih bisa berhaji lagi atau tidak tahun depan.

Para sahabat dan umat Islam yang turut serta berhaji pada saat itu, bergetar hatinya mendengar apa yang diucapkan Rasulullah. Tak sedikit pula dari mereka yang meneteskan airmata. Apakah ini pertanda bahwa junjungan semesta itu akan meninggalkan mereka semua ?

Berikut adalah terjemah dari surat Al Maidah ayat tiga :
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan.

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Sahabat Saliha, jika kita mau mentadaburi, di dalam wahyu terakhir ini ada beberapa point penting yang dapat kita ambil pelajarannya.

Hewan yang haram dimakan
Dalam ayat ini Allah menyebutkan klasifikasi dari makanan yang haram masuk ke dalam perut manusia. Beberapa di antaranya adalah bangkai, darah (karena kebiasaan orang Arab dulu yang suka memakan darah yang dididihkan), daging hewan yang disembelih tanpa menyebut asma Allah, hewan yang tercekik, terpukul, jatuh, ditanduk dan diterkam binatang buas kecuali kita sempat menyembelihnya. Selain itu, sembelihan yang dipersembahkan untuk berhala sebagai sajen juga haram dimakan.

Larangan Mengundi Nasib
Sahabat Saliha, dalam ayat ini Allah juga menegaskan tentang haramnya mengundi nasib dengan anak panah. Ini adalah kebiasaan orang-orang Arab pada jaman dulu, yang disebut Allah sebagai salah satu kefasikan. Dalam era milenial ini, mungkin pengundian nasib yang serupa masih ada, hanya saja caranya berbeda. Sebut saja perjudian online yang semakin merajalela, atau permainan kartu untuk meramalkan nasib. Keduanya sama saja dengan mengundi nasib, menggantungkan nasib kepada selain Allah.

Penyempurnaan Islam
Dalam wahyu terakhir ini, Allah telah menyempurnakan Islam sebagai agama Ilahiah yang Dia ridai. Allah juga menyatakan bahwa kita semua tidak perlu takut terhadap apa pun selain kepada-Nya. Islam telah dikokohkan dengan kekuatan, hingga tidak ada yang bisa mengalahkannya termasuk orang-orang kafir sekalipun. Islamlah dien yang Dia ridai sampai akhir jaman nanti, yang akan membawa kita semua dalam kebaikan di dunia sampai akhirat.

Ampunan Bagi Yang Terpaksa Memakan Makanan Haram
Surat Al Maidah ayat tiga ini juga menjelaskan tentang pengampunan Allah bagi orang-orang yang terpaksa dan kelaparan lantas memakan apa yang diharamkan tadi. Perlu digarisbawahi, kelonggaran ini berlaku apabila kita terjepit dalam keadaan yang benar-benar darurat dan tidak ada pilihan lain, sehingga jika tidak memakan yang haram itu nyawa kita terancam. Keadaan sedemikian rupa menjadikan yang haram jadi halal, tentunya hanya untuk menyambung hidup saja dan bukan untuk diterus-teruskan.

Itu dia, Sahabat Santri Briliant. Beberapa hal yang dapat kita pelajari dari surat Al Maidah ayat tiga, wahyu terakhir yang disampaikan Jibril kepada Rasulullah. Tak berselang lama setelah itu, Rasulullah jatuh sakit dan meninggalkan kita untuk selama-lamanya, yang juga menandakan akhir dari wahyu langit.

Semoga kita dapat mengambil pelajaran.